Perbedaan antara thinkitating dan meditasi sebenarnya terletak pada hubungan kita dengan pikiran, bukan pada ada atau tidaknya pikiran.
Persamaan
Keduanya melibatkan:
- Duduk diam atau dalam kondisi tenang.
- Kesadaran terhadap pengalaman batin.
- Aktivitas mental yang tetap berlangsung.
- Tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, fokus, atau kejernihan mental.
Bahkan saat meditasi yang sangat dalam, pikiran tidak selalu hilang. Pikiran tetap bisa muncul, tetapi cara kita meresponsnya berbeda.
Perbedaan Utama
| Thinkitating | Meditasi |
|---|---|
| Larut dalam pikiran | Mengamati pikiran |
| Pikiran mengendalikan perhatian | Perhatian mengamati pikiran |
| Analisis dan pemecahan masalah | Kesadaran dan pengamatan |
| Fokus pada isi pikiran | Fokus pada kesadaran itu sendiri |
| Sering memicu stres atau kecemasan | Cenderung menghasilkan ketenangan |
| Reaktif | Responsif |
Contoh Thinkitating
Anda duduk selama 20 menit dengan mata tertutup.
Lalu pikiran berisi:
"Besok harus ketemu klien."
"Proposal itu belum selesai."
"Bagaimana kalau target bulan ini tidak tercapai?"
"Saya harus balas WA itu."
Setelah 20 menit, Anda merasa seperti baru saja mengadakan rapat internal dengan diri sendiri.
Ini adalah thinkitating.
Contoh Meditasi
Pikiran yang sama muncul:
"Besok harus ketemu klien."
Namun kali ini Anda menyadari:
"Oh, ada pikiran tentang klien."
Lalu kembali ke napas, mantra, visualisasi, atau objek meditasi.
Pikiran muncul lagi.
Anda menyadarinya lagi tanpa terbawa jauh.
Ini adalah meditasi.
Analogi yang Sederhana
Bayangkan Anda duduk di pinggir jalan.
Thinkitating
Anda melihat sebuah bus lewat.
Lalu naik ke bus tersebut.
Bus berikutnya datang, Anda naik lagi.
Setiap bus adalah pikiran.
Akhirnya Anda terseret ke mana-mana.
Meditasi
Anda duduk di pinggir jalan.
Bus tetap lewat.
Tetapi Anda hanya mengamati.
Anda tidak harus naik ke setiap bus yang datang.
Apakah Thinkitating Selalu Buruk?
Tidak.
Thinkitating sebenarnya berguna untuk:
- Perencanaan.
- Strategi bisnis.
- Analisis masalah.
- Pengambilan keputusan.
- Kreativitas.
Masalah muncul ketika seseorang:
- Ingin bermeditasi tetapi malah terus menganalisis.
- Tidak bisa berhenti berpikir bahkan saat ingin beristirahat.
- Terjebak dalam kekhawatiran atau ruminasi.
Dalam Konteks Pengusaha
Seorang pemilik bisnis sering sangat terlatih untuk berpikir.
Saat mencoba meditasi, yang terjadi justru:
- Menghitung omzet.
- Membuat strategi marketing.
- Merencanakan proyek.
- Menganalisis kompetitor.
Akibatnya, sesi meditasi berubah menjadi sesi berpikir.
Itulah yang disebut Vishen sebagai thinkitating.
Hubungan dengan 6 Phase Meditation
Menariknya, 6 Phase Meditation berada di tengah-tengah.
Metode ini tidak meminta Anda mengosongkan pikiran.
Sebaliknya, ia mengarahkan pikiran secara sadar ke:
- Compassion
- Gratitude
- Forgiveness
- Future Vision
- Perfect Day
- Blessing
Karena itu, sebagian praktisi meditasi tradisional mengatakan 6 Phase Meditation lebih dekat ke:
- Mental rehearsal
- Guided visualization
- Positive psychology
- Intentional thinking
daripada meditasi hening murni.
Namun banyak orang modern menyukainya karena lebih mudah dilakukan dan terasa relevan dengan tujuan hidup sehari-hari.
Ringkasnya
Thinkitating
Berpikir tanpa sadar bahwa Anda sedang berpikir.
Meditasi
Menyadari bahwa Anda sedang berpikir.
Perbedaan kecil ini menghasilkan pengalaman yang sangat berbeda. Dalam thinkitating, Anda berada di dalam arus pikiran. Dalam meditasi, Anda mengamati arus tersebut dari tepi sungai
0 comments:
Post a Comment